Meski Lahan Pertanian Berkurang, Kukar Tetap Mampu Penuhi Produk Padi Kaltim

1BANGSA.ID-Meskipun lahan pertanian di wilayah Kutai Kartanegara berkurang cukup signifikan, namun hasil produk padi di wilayah Kutai Kartanegara tetap yang paling tinggi di seluruh Kalimantan Timur, mencapai 42 persen dari kebutuhan Kaltim.

Lahan pertanian di Kutai Kartanegara terjadi pengurangan, yang dulunya seluas 20 ribu hektar lebih, sekarang tinggal sekitar 18 ribu hektar lebih. Terjadinya pengurangan lahan pertanian disebabkan berbagai hal.

“Perubahan terjadi karena adanya perubahan iklim yang melanda Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu, sehingga membuat lahan berkurang cukup besar,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara dalam Sosialisasi Hasil Aksi Perubahan Ruang Produksi pada Kawasan Padi Sawah (Rapak Kukar) di Hotel Grand Elty Singgasana, Senin (11/11/2024).

Untuk tahun depan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara akan bekerja keras mempertahankan produk pangan, apalagi adanya IKN jelas akan membuat tambahan permintaan pangan dan Dinas Pertanian dan Peternakan terus berusaha agar ketahanan pangan di Kutai Kartanegara tetap terjaga.

“Berbagai upaya dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan, termasuk bagaimana nantinya memberikan subsidi pupuk kepada petani sesuai petani yang ada. Semua petani dijamin akan menerima subsidi, karena pola pemberian subsidi sudah dilakukan secara Online sesuai KTP yang dimilik petani,” tambah Muhammad Taufik.

Di sisi lain, lanjut Muhammad Taufik, petugas-petugas pertanian di lapangan juga sudah siap untuk memberikan bantuan agar subsidi pupuk yang dibutuhkan masyarakat petani sampai ke tangan yang berhak.

Ditambahkan Muhammad Taufik, apalagi subsidi pupuk hanya diberikan kepada petani padi dan jagung, sedangkan petani sawit tidak akan lagi menerima bantuan subsidi pupuk.

“Pupuk subsidi sudah bisa diterima oleh petani di awal tahun atau Januari 2025 mendatang,” tegas Muhammad Taufik.

Mengenai dosis pupuk subsidi yang diberikan, tentunya disesuaikan dengan hasil produksi petani, ada yang hasilnya 3 ton, ada juga yang 4 ton. Karena ada perbedaan hasil, maka dosis pupuk subsidi yang diberikan kepada petani juga berbeda. Tergantung hasil produksi.#

Reporter: Hardin|Editor:Hs Kalhatan|Adv|Distanak Kukar

@hskalhatan#sosialisasirapakDistanak
Comments (0)
Add Comment