Sarkowi Bicara Potensi Pertanian Kaltim

SAMARINDA – Politisi Partai Golkar yang duduk sebagai anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyampaikakan pandangannya mengenai potensi pertanian di Bumi Etam. Menurutnya, lahan sangat besar, namun produksi pertaniannya tak berbanding lurus.

Sarkowi melihat fenomena di mana para petani kini lebih suka menjadi pekebun. Menggarap lahan kering mereka untuk ditanami kelapa sawit ataupun pisang. Dua komoditas ini lebih menguntungkan dari sisi apapun, ketimbang mengembangkan pertanian padi sawah.

Padahal sebelum ada booming kebun kelapa sawit, pondasi pertanian dan perkebunan Kaltim ialah padi sawah, kelapa, pisang, dan kakao.

Sarkowi melihat banyaknya persoalan yang menyebabkan petani tak lagi suka menggarap sawah, dari tidak tersambungnya saluran irigasi, harga pupuk dan pestisida yang tak terjangkau, hama dan penyakit padi yang makin sulit diberantas, musim hujan yang tak bisa diprediksi, hingga murahnya harga jual saat panen.

“Ini membuat para petani padi kurang tertarik lagi,” ucapnya.

Akibat dari minimnya perhatian pemerintah pada sistem pertanian, kini stok pangan lokal makin sedikit. Sementara jumlah penduduk makin bertumbuh. Belum lagi jika Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi beroperasi kelak. Sedikitnya, ada 2 juta penduduk baru di Bumi Mulawarman, yang semuanya butuh makan.

“Kehadiran IKN diyakini akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan pangan di wilayah sekitarnya, dalam hal ini kabupaten/kota di Kaltim,” ujarnya.

Namun yang harus dicermati juga, menurut Sarkowi, setiap kabupaten/kota memiliki masalahnya masing-masing. Sehingga perlu saling berkoordinasi.

“Kaltim harus mampu menyiapkan sektor pangan dengan kontribusi dari kabupaten dan kota, mengingat kebutuhan pangan saat ini masih bergantung banyak pada pasokan dari luar daerah”. #

Reporter: Hard | Editor: Charl | ADV DPRD Kaltim

Share Post
DPRD Kaltimpertanian
Comments (0)
Add Comment