1BANGSA.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Teluk Pandan ikut berpartisipasi dalam Lomba Busana Wastra “Gemas Sanloka” yang digelar TP-PKK Kabupaten Kutai Timur pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini bertujuan mendorong kecintaan masyarakat terhadap wastra atau kain tradisional lokal sebagai identitas budaya yang bernilai tinggi.
28 nov25
Camat Teluk Pandan Anwar, S.Pd bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Teluk Pandan, Siti Kaspiah, M.Pd, tampil sebagai peraga busana dengan membawakan Batik Teluk Pandan, kain khas daerah yang kini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Teluk Pandan.
Makna Filosofis Tiga Motif Batik Teluk Pandan
Batik Teluk Pandan memiliki nilai simbolik yang kuat melalui tiga motif utama, yakni:
-
Motif Daun Pandan – melambangkan keramahan dan keindahan dalam kesederhanaan, mencerminkan karakter masyarakat pesisir.
-
Motif Daun Ulin – menggambarkan kekuatan dan keteguhan, layaknya kayu ulin yang dikenal sebagai kayu terkuat di Kalimantan.
-
Motif Kayu Meranti – simbol proses kehidupan yang membentuk manusia menjadi pribadi yang berharga.
Motif-motif ini membuat Batik Teluk Pandan tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat filosofi dan pesan moral.
Karya Putra Daerah, Dorong UMKM Kreatif
Batik Teluk Pandan merupakan karya perajin lokal, Agus Dwi Riyanto, dari UMKM Batik Kudungga. Desain busana dibuat oleh Sumiati dan Risnawati, sementara proses penjahitan dilakukan oleh Risnawati. Keterlibatan para kreator lokal ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan UMKM dan industri kreatif di Teluk Pandan.
PKK Dorong Pelestarian Wastra Lokal
Ketua TP-PKK Teluk Pandan, Siti Kaspiah, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Lomba Gemas Sanloka bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi upaya memperkenalkan identitas budaya Teluk Pandan kepada masyarakat luas.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang untuk menunjukkan identitas dan potensi besar Teluk Pandan melalui karya budaya,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran PKK dalam pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi kreatif, serta meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap wastra lokal Kutai Timur.
NURD | LE | ADV